SWA: 50 Creative Entrepreneurs

50 Creative Entrepreneurs pilihan majalah SWA No.25/XXIV/24 Nov - 3 Des 2008.

( Sumber: Majalah SWA No.25/XXIV/24 November - 3 Desember 2008 )

"Mereka bukan sekadar pengusaha. Dengan kreativitas, mereka mampu memberikan sentuhan yang unik, berbeda dan menarik pada produk dan jasa yang mereka tawarkan. Berbekal kreativitas pula, 50 creative entrepreneur ini mampu berkibar di mancanegara."

Dengan Kreativitas, Mereka Merangkul Pasar
Oleh : Henni T. Soelaeman

Creativity is more powerful than knowledge, for knowledge is limited while creativity embraces the entire world.” (Anonim)

Setahun terakhir ini, batik hadir di mana-mana: di kafe, bioskop, tempat wisata, pusat perbelanjaan, kantor. Pemakainya bukan bapak-bapak atau ibu-ibu paruh baya. Namun, para profesional, anak gaul, anak baru gede, sampai anak-anak ingusan. Corak dan desainnya pun berkesan kasual, modis dan trendi. Tak ayal, batik yang sempat dianggap busana jadul yang berkesan formal dan dihindari anak-anak muda, sekarang justru menjadi busana yang populer.

Adalah Allure yang boleh dibilang sebagai salah satu pemberi suasana baru dalam khasanah perbatikan di Tanah Air. Dengan sentuhan warna-warna cerah, Fadia Yusuf dan teman-temannya di Allure menghadirkan batik dalam rancangan bergaya muda, modis, modern, trendi, dan bisa dipakai dalam berbagai kesempatan -- tak cuma busana wajib kondangan. Dengan style yang modern, Allure menjadikan batik sebagai busana fleksibel yang bisa diadaptasi dengan berbagai gaya busana, mulai dari rancangan kasual hingga gaun cocktail yang elegan.

Keberanian Allure menjadikan batik modern tanpa dibatasi pakem ini berangkat dari sebuah kreativitas. Fadia dan tim desainer Allure dengan kreativitasnya mampu mengubah citra batik yang kuno menjadi trendi. Kreativitas ini menjadikan produk Allure direspons pasar dengan antusias. Butik pertama yang dibuka pada 2005 kini sudah beranak-pinak. Dan, terpenting, keberhasilan Allure kemudian menginspirasi banyak pengusaha lainnya untuk ikut mencicipi pasar batik yang tengah boom.

Bicara kreativitas, benak orang akan mengingat seniman atau para pekerja di dunia seni. Padahal, sejatinya kreativitas mencakup hal-hal yang lebih luas. Kreativitas juga diperlukan dalam dunia usaha. Di tengah persaingan bisnis di dunia usaha, kreativitas menjadi kunci utama bagi seorang pebisnis untuk menggelindingkan usahanya. Seperti Allure. Sebelumnya, batik boleh dibilang hanya akrab dengan kalangan orang-orang tua dan dipakai pada acara resmi. Allure yang kemudian berhasil membangkitkan popularitas batik menjadi busana yang trendi dan bisa dipakai kapan saja. Artinya, Allure membesut produk dengan kreativitas tinggi sehingga batik yang semula jadul menjadi busana yang sekarang menjadi tren.

Kreativitas membuahkan kesempatan dan peluang. Orang bijak mengatakan, di mana ada kemauan dan kreativitas, di situ ada jalan. Para pebisnis yang kreatif akan mampu mengendus setiap peluang yang terbentang di depan mata. Bidang usahanya bisa apa saja. Simak deretan 50 pengusaha kreatif pilihan SWA yang sangat beragam bidang usahanya. Mulai dari salon kecantikan, fotografi, desain interior, desain grafis, perancang, kerajinan, teknologi informasi hingga restoran. Tak harus bidang yang berhubungan dengan industri kreatif. “Bisnis apa pun itu adalah bisnis kreativitas,” ujar Yoris Sebastian, Chief Creative Officer OMG Consulting. Kreativitas di sini adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan ada keberanian melawan konvensi atau kesepakatan yang ada. Dalam dunia lukis, misalnya, Picasso mampu memosisikan diri sebagai pelukis maestro karena berani melukiskan mata di paha dan membuat jari tangan berjumlah 6.

Di dunia usaha pun, para pebisnis yang kreatif dengan ide-ide segarnya mampu keluar dari pola yang baku. Sebut saja unkl347. Clothing company dari Bandung ini, seperti dituturkan Dendy Darman, salah satu pendiri sekaligus pemilik, dalam berkreasi, mereka selalu ingin keluar dari pattern yang ada. Misalnya, bentuk piring didesain tidak selalu kotak atau bulat, tapi bisa saja berbentuk segi enam. Atau, desain kursi yang bisa menyerupai piano lengkap dengan warna tutsnya. Atau, bantal buat leyeh-leyeh yang berbentuk mirip speaker. “Pengusaha itu harus kreatif dan inovatif. Kalau tidak, mana bisa tahan? Wong kita hidup saja harus kreatif kalau mau bisa tetap hidup dan meraih impian,” ungkap Dendy.

Dengan kreativitas itulah, unkl347 tetap bisa eksis di tengah gempuran 700 pemain yang mengepung bisnis clothing. Bahkan, tak hanya berkibar di kandang sendiri dengan penetrasi pasar di 150 distro di seluruh Indonesia, pelanggannya datang dari Australia, Inggris, Spanyol dan Jepang. unkl347 juga sudah mengepakkan sayap di mancanegara dengan membuka toko di Singapura dan Malaysia. Dan, melalui distribution centre, produk mereka bisa dijumpai di Jerman dan negara-negara di Eropa Barat lainnya.

Pengusaha yang kreatif tak sedikit pula yang memulai usahanya dengan modal terbatas. Menyebut lagi unkl347, mereka memulai usaha clothing pada 1995 dengan modal Rp 200 ribu. Saat ini, omsetnya mencapai Rp 700 juta-1 miliar/bulan.

Proses kreativitas tak mengenal batas-batas subjektif-objektif. Sejumlah ilmuwan, seperti Brouwer, Einstein dan Heisenberg sepakat mengatakan, kreativitas adalah sesuatu yang irasional, intuitif, melibatkan insting dan terjadi di bawah sadar. Kreativitas adalah sesuatu yang alami dan sejatinya bisa dipelajari. Ini yang penting dan menjawab pertanyaan: bagaimana seseorang bisa begitu kreatif sementara yang lain tidak?

Dalam Art, Mathematics and Music, Moiseiwitsch mengungkapkan adanya skala pythagoras yang ditemukan dalam musik gubahan Johann Sebastian Bach dan Chopin. Karena itu, para ahli menganjurkan agar memperdengarkan alunan musik ini pada anak balita untuk merangsang kecerdasan dan kreativitasnya.

Menurut para ahli, seseorang yang kreatif selalu melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda, baru, dan biasanya menyimpang dari cara-cara tradisional. Orang yang kreatif umumnya mengetahui permasalahan dengan sangat baik dan disiplin. Proses kreativitas melibatkan adanya ide-ide yang baru, berguna, dan tidak terduga, tapi tetap dapat diimplementasikan. Bagaimana pengusaha yang kreatif?

Memadukan kecerdasan dan kreativitas, tiga sekawan -- Nancy Margried, Yun Hariadi dan Muhamad Lukman -- menelurkan batik fractal. Kreativitas trio ini membuat rumus khusus dalam ilmu matematika mampu dimanfaatkan untuk menghasilkan pola atau corak batik melalui software yang diberi nama Jbatik. “Software itu memudahkan kami menghasilkan berbagai macam alternatif desain batik terbaru,” ujar Muhamad Lukman, alumni teknik arsitektur Institut Teknologi Bandung.

Dengan kreativitas, mereka menggabungkan sains, teknologi dan seni sehingga menghasilkan batik fractal yang kemudian memiliki nilai jual yang menggiurkan. Bagaimana tidak, selain mampu mencengangkan dunia bisnis, terutama bisnis perbatikan di Tanah Air, Jbatik ini juga belum lama ini memenangi Unesco 2008 Award of Excellence sebagai Stamp of Approval yang menjamin produk mereka memiliki kualitas tertinggi pada level internasional. Pengakuan ini berpotensi besar untuk mereka bisa memasuki pasar dunia. Batik fractal mampu mengalahkan puluhan kerajinan unggulan yang berasal dari 10 negara di Asia Tenggara.

Memadukan teknologi dan kreativitas juga dilakukan Morina Chandra yang membesut dr. m., channel alternatif untuk mendistribusikan musik. Ketimbang nggerundel berkepanjangan dan tak ada penyelesaian ihwal pembajakan di industri musik yang sudah sangat menjengkelkan, kreativitas Morin menemukan satu celah untuk membuat full track download yang berkunci. Lewat dr. m., ia berharap channel digital bisa tumbuh menjadi industri baru.

Kreativitas pula yang mengantarkan Wiryadi Lorens mampu menjadikan Oktagon sebagai referensi bagi para pencinta fotografi. Saat ini Oktagon tercatat sebagai satu-satunya toko fotografi yang memiliki layanan lengkap dengan konsep total solution. Sekitar lima tahun bergelut di bisnis distributor peralatan fotografi, Wiryadi menilai usaha yang dirintis orang tuanya akan berjalan di tempat, bahkan bisa down tergilas zaman kalau tidak dilakukan perubahan. Ketika itu, toko fotografi sebatas toko konvensional yang hanya menjual peralatan fotografi. “Saya melihat peluang,” ucap kelahiran tahun 1977 ini mengenang. Lulusan Jurusan Keuangan Universitas Michigan, AS, ini kemudian membangun lima unit bisnis: penjualan, jasa perbaikan, rental, sekolah fotografi dan galeri. Segmen yang dibidik Wiryadi cukup luas, dari konsumen umum sampai fotografer profesional.

Ketika itu, diakuinya, bukan hal mudah mengembangkan pasar. Toh, ia punya cara-cara jitu untuk merangkul pasar. Ia gencar menggelar seminar dan gathering. Kendati perlahan, bisnisnya berkembang. “So far, growth-nya bagus,” ungkapnya.

Meski bisa dipelajari, diakui Jerry Aurum, cukup sulit menjadi seorang pengusaha yang kreatif dan mampu menciptakan sesuatu yang unik dan baru. Diakuinya, selama sekitar 8 tahun menggeluti bisnis fotografi dan desain grafis, ia melihat para pengusaha sering malas menciptakan sesuatu yang baru. Kecenderungan yang terjadi adalah menyadur atau mengadaptasi dari sesuatu yang sudah ada. “Saya juga menyadari, bagaimanapun menciptakan inovasi itu memang sesuatu yang sulit. Tetapi, jika kita mampu menciptakan sesuatu yang baru dan unik, akan memberikan positioning tersendiri,” papar Jerry yang membesut Jerry Aurum Photography dan Jerry Aurum Design Company.

Di mata Jerry, gagasan dan inspirasi akan selalu datang secara otomatis selama kita mencintai pekerjaan yang kita geluti. Selain dari sisi produk, dari segi pemasaran jasanya, ia juga tak kalah kreatif. Meski dengan margin tipis, ia memasarkan buku-buku fotografinya hingga ke mancanegara. Bagi Jerry, pemasaran buku di luar negeri merupakan salah satu sarana promosi yang cukup efektif. “Ini juga merupakan bagian dari strategi pemasaran yang kreatif.”

Menurutnya, proses kreatif tidak melulu pada produk. Ada juga berbagai aspek pemasaran yang penting untuk diterapkan agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Ia menilai, ada beberapa aspek pemasaran yang penting tetapi acapkali kurang dipedulikan oleh produsen barang atau jasa, yaitu strategi pemasaran kreatif, pengembangan merek produk atau jasa, dan diversifikasi produk. “Mereka biasanya cenderung lebih fokus pada usaha menghasilkan produk yang berkualitas,” katanya.

Salah satu strategi pemasaran kreatif yang dilakukan Jerry adalah melalui Internet. Lulusan Desain Grafis ITB ini menggunakan Facebook untuk sarana pemasaran. “Gratis dan efektif, berpotensi dibaca oleh ribuan orang setiap hari,” ujarnya. Jerry menampilkan beberapa foto hasil karyanya dalam Facebook.

Salah satu yang membedakan pengusaha biasa dari pengusaha yang kreatif memang bisa dilihat dari diversifikasi produknya. Sebut saja kebaya. Boleh jadi hampir semua perancang busana bisa mendesain kebaya. Akan tetapi, di tangan Amy Indar Atmanto, kebaya menjadi busana yang mewah dan elegan. Lewat Royal Sulam, Amy memberikan sentuhan modern pada desain-desain kebayanya tanpa meninggalkan kesan charming. Jangan heran, kebayanya banyak disukai kalangan selebriti dan sosialita.

Begitu juga Irwan Rovani Doke. Salon yang dibesutnya puluhan tahun silam tak sekadar salon seperti umumnya. Dari sisi interior saja, Irwan Team Hair Design ini terlihat berbeda. “Saya sengaja membuat berbeda dari yang lain, selalu up-to-date, setiap tahun saya berupaya mengikuti tren interior yang berkembang,” kata Irwan yang memilih konsep modern dinamis.

Dalam pandangan Yudhi Soerjoatmodjo, pengusaha yang kreatif tetap bisa memanfaatkan setiap peluang dalam segala keterbatasan yang dihadapi. “Seorang pengusaha distro tetap dapat membuka distro meskipun lokasi yang ia temukan hanya sebuah rumah kosong yang tidak besar,” ceritanya. Di mata Manajer Learning & Creativity British Council ini, seorang pengusaha dapat menjadi kreatif jika memiliki pemahaman yang baik tentang pasar. “Dengan pemahaman pasar yang baik,” katanya, “seorang pengusaha akan mampu menciptakan produk yang inovatif dan diminati konsumen.”

Sejatinya, modal utama seorang pebisnis tak semata uang atau koneksi, tetapi juga kreativitas, keuletan, serta semangat pantang menyerah. Modal uang bisa dicari dengan meminjam ke bank. Namun, kreativitas tak ternilai. Dengan kreativitas dan passion, para pebisnis bisa menghadapi persaingan dan menjadikan bisnisnya lain dari yang lain meski produk atau jasa yang ditawarkan bukan sesuatu yang baru.

Inilah 50 creative entrepreneur pilihan SWA. Mereka menggeluti bidang usaha yang tidak sepenuhnya baru. Namun, dengan balutan kreativitas, produk yang dihasilkan memiliki kemasan yang lebih menarik. Produk mereka menjadi tidak biasa. Karena itu, mereka mampu menerobos pasar mancanegara, dan bisnis mereka pun terus berkembang.

Reportase: Herning Banirestu, Tutut Handayani, S. Ruslina, Wini Angraeni, Moh. Husni Mubarak, Rias Andriati, Afiff M.D., dan Kristiana Anissa
Riset: Ratu Nurul Hanifah dan Rohmat Purnadi

Kriteria Pemilihan 50 Creative Entrepreneur
Produk/jasa dan cara pemasaran: unik dan kreatif, Bidang usaha: bisa apa saja, bisa lama atau baru asal unik dan kreatif dan adanilai tambah baru, Kinerja: mampu menerobos pasar dan bisnisnya terus berkembang, Skala bisnis: lebih dari Rp 2,5 miliar sampai Rp 250 miliar.

50 Creative Entrepreneurs Pilihan SWA (disusun secara alfabetis)

  1. Ahmad Dhani Prasetyo - Republik Cinta Artist Management
  2. Anastassia Florine Limasnax - E-motion
  3. Anne Avantie - Modifikasi Kebaya dengan Kreatitas Tanpa Batas
  4. Arief Maskom - Ouval Research (clothing company)
  5. Bram Hendrata, Christian Rijanto dan Brian Sutanto - Grup Ismaya (juragan resto modern)
  6. Cahyoko Bahar - Jedok Stonework (keramik mozaik unik)
  7. Dendy Darman, Arifin Windarman, Anli Rizandi & Lucky Widiantara - unkl347 (clothing company)
  8. Engelbertus Emil Eriyanto - MKE Wedding Organizer
  9. Dhamoo & Manoj Punjabi - MD Entertaiment
  10. Fabian Gelael - Music Factory Indonesia
  11. Fadia Yusuf - Batik Allure
  12. Fadil Fuad Basymeleh - PT Zahir Internasional (aplikasi akuntansi)
  13. Fifi Fimandjaja - Vivianne Faye (pionir desain interior hunian bergaya Amerika)
  14. Helen & Oke - Stroberi
  15. Henky Herendra - Pecel Solo
  16. Mardiana Ika - Fashion Global dengan Gaya Etnik Indonesia
  17. Indra Leonardi - King Foto
  18. Irwan Rovani Doke - Desain interior dan manajemen salon
  19. Iwansja Gunawan - Veneta System
  20. Yenny Widjaja - The White Lotus Corp
  21. Jerry Aurum - Jerry Aurum Photography & Jerry Aurum Design Company
  22. John Halim - Camus Toraja Café
  23. Joseph Edi Lumban Gaol - M-Stars (konten mobile)
  24. Julius Salaka - Stephallen Guitars (guitar custom)
  25. Kendro Hendro - InTouch (aplikasi ponsel)
  26. Lim Fifi Anggreani - Mom & Jo Spa
  27. M. Arief Budiman - Petakumpet (perusahaan periklanan)
  28. Nancy Margried, Yun Hariadi & Muhamad Lukman - Pixel People Project
  29. Maywati Halim - Melati Dental Choice
  30. Michael Wiluan - Infinite Frameworks (animator)
  31. Morina Chandra - dr.m (berbisnis full track download)
  32. Nancy Go - Bagteria
  33. Nely N. Afifi & Eti Sundari - Kerudung Taaj
  34. Ni Luh Putu Ary Pertami - Nilou (sepatu wanita eksklusif)
  35. Rachman Ibrahim - Dataworks Indonesia (aplikasi untuk industri kreatif)
  36. Riani Susanto - Healthy Choice (pelopor resto makanan organik)
  37. Ronny Lukito - Eiger, Exsport, Body Pack & Neosack
  38. Rudi Soejarwo - Sutradara
  39. Rudi S. Alexandre - Jakarta Photography Centre
  40. Sakti Parantean - Fictionary Media Technology
  41. Shalini Gopalan Menon - Island Jewel
  42. Singgih Susilo Kartono - Radio Magno
  43. Stefanus Priyo Oktafiano - desainer
  44. Suharjo Wijaya & Linda Kasno - Tehe Vegetarian Restaurant
  45. Tina S. Andrean - Johny Andrean Bridal
  46. Virgo Lazzarus Pehulisa & Syarifuddin - PT Barelang Konsultindo Mandiri (aplikasi e-Gov)
  47. Wahyu Aditya - Hello;Motion (animator)
  48. Wiryadi Lorens - Oktagon (bisnis multilayanan fotografi)
  49. Yuni Jie - Jie Design (desainer interior)
  50. Zainal Arifin - Zainal Songket

Sumber: Majalah SWA No.25/XXIV/24 November - 3 Desember 2008.

0 Comments:

Post a Comment



Newer Post Older Post Home

Google Mini Search

OuvalResearch on Facebook

Ouval Research on Facebook

AsianBrain

Blogger Template by Blogcrowds