Makassar is chosen as a fifth city for Ouval Research Exhibition Room (official store) launching to accommodate and to support street life style for Makassar youthful in September 2009. Before Makassar, Ouval Research Exhibition Room and Ambience Room has been present in others cities such as: Bandung (2001 & 2003), Jakarta (2006), Padang (2008) and Yogyakarta (2009).

Exhibition Room Makassar is an exhibition space with 46 sqm area provides product collection by Ouval Research. Each product will carry originals product exclusively including apparel, footwear and accessories.

The store concept has a specially designed and developed by Encyclo Graphix Division will give a unique atmosphere and special characteristic of Ouval Research. Philosophy want to be shown that Ouval Research Exhibition Room can give inspiration for the customer to shop and see the art work graphic at wall, at the same time.

As a first step, it would be held a promotional program named SOFT LAUNCHING as a warm-up phase to introduce the location and store atmosphere.


Soft Launching program give a special offer for instance discount products up to 50% and various gimmick prizes and Goodie Bag from Ouval Research and sponsors who participated. Also, it will hold a press gathering such as a press conference and “buka bersama” with entertainment by local band performances with an acoustic set.


Ouval Research - Exhibition Room # 3 Makassar

JL. Boulevard, Ruby 1 # 2 Panakkukang Mas

Makasar
Ph. 0411-420912

MIDNIGHT SALE (97/09)



Ouval Research kembali menggelar untuk ketiga kalinya sebuah konsep berbelanja yang berbeda dan seru bernama MIDNIGHT SALE. Event ini mendapat sambutan dan apresiasi yang meningkat setiap tahunnya sejak pertama kali dibuat pada tahun 2007 (tema: Decade) dan 2008 (Tema: Proven Eleven).

MIDNIGHT SALE merupakan program pre-sale dalam rangka menyambut ulang tahun Ouval Research. Biasanya digelar H-1 (sebelum ulang tahun Ouval Research yang jatuh pada tgl 1 Juni) hingga tengah malam. Awal perjalanan Ouval Research menjadi sebuah local street brand dimulai pada tahun 1997. Terinspirasi dari sebuah akar (roots) komunitas independen yang memiliki way of life dan life style tersendiri yaitu komunitas skateboard.

Sebagai peringatan ulang tahun yang ke-12, Ouval Research menyelenggarakan MIDNIGHT SALE dengan tema “Neufile: 12th Years”. Kata Neufile atau catatan baru diambil dari kata “neu” yang berarti baru dan “file” yang berarti catatan/arsip/berkas. Filosofinya diambil dari angka “12”. yang merupakan angka unik dimana setiap angka yang telah dilewati oleh angka 12 akan mengalami sebuah lembaran baru atau perubahan yang sangat mencolok.

Misalkan, dalam 1 tahun ada 12 bulan, maka setelah melewati bulan ke-12 (Desember) akan mengalami perubahan yaitu tahun baru. Begitupun dalam 1 hari ada 24 jam yang terbagi dalam 12 jam. Ketika jam melewati pukul 12 maka akan mengalami perubahan baik itu siang ataupun malam.

Begitupun dengan Ouval Research di ulang tahunnya yang ke-12 akan selalu berusaha untuk menciptakan sesuatu yang baru. Inovasi yang dilakukan secara terus menerus dengan menciptakan sesuatu yang berbeda dan unik baik dalam produk maupun movement sesuai dengan komitmen yang tercermin lewat kata “Research”.


Midnight Sale Program
Program MIDNIGHT SALE 2009 ini hanya berlangsung satu hari saja (one day show) pada hari Sabtu, tanggal 30 Mei 2009 mulai pukul 19.00 - 24.00 WIB (Midnight) serentak di 2 kota yaitu Bandung dan Jakarta. Namun, untuk kemeriahannya hanya ada di Bandung saja karena memiliki nilai history yang sangat penting yaitu sebagai Kota kelahiran sekaligus toko pertama dari Ouval Research.

Pelaksanaan MIDNIGHT SALE 2009 terbagi ke dalam 3 (tiga) program dengan 3 (tiga) lokasi berbeda, tapi masih ditempat yang sama yaitu di JL. Buah Batu No.64.

Lokasi pertama mengambil tempat di Ouval Research Exhibition Room (store) ada pelaksanaan program in-store promo berupa pemberian discount produk Ouval Research (all item) dengan besaran discount hingga 70% yang akan ditambah lagi 10% dari setiap total transaksi pembelian. Juga, ada pembagian Goodie Bag bagi 100 pembeli pertama sebagai tambahan reward.

Lokasi kedua mengambil tempat di Research Building (Parking Area) ada hiburan musik akustik dari beberapa local Indie Band yang mengusung genre yang berbeda seperti GOODBOYBADMINTON, THE MILO, PURE SATURDAY & MOCCA.

Disetiap pergantian Band dimeriahkan dengan Fun Games yang dipandu oleh MC Irvine dan Intan yang membagikan banyak hadiah yang disediakan oleh beberapa sponsor yang berpartisipasi. Para penonton juga dapat menyaksikan penampilan Band melalui 2 buah TV Plasma berukuran 42 inch yang terdapat di kiri dan kanan panggung.

Lokasi ketiga mengambil tempat di Research Building (office) ada sebuah eksibisi (pameran) yang diberi judul REPRESENT: Neither past nor future. Adalah Encyclo Graphix Division yang terdiri dari sekumpulan para Designer Ouval Research yang “menyulap” area kantor menjadi area exhibition berukuran 6 x 10 m2.

Encyclo Graphix Division menampilkan hasil karyanya berupa art work yang diperlihatkan pada wallpaper dan floor. Selain itu, proofing mentah dari beberapa t-shirt dan jaket ditampilkan melalui 198 pcs cover CD dan 24 pcs frame berukuran 30 cm x 30 cm. Juga, ada slide show art work yang secara interaktif ditampilkan pada TV Plasma berukuran 42 inch dan infocus yang ditembakan pada dinding.
Tidak hanya itu, mereka yang berada di area exhibition bisa menikmati berbagai panganan ringan dan minuman hangat sambil menyaksikan Konser Band dan kegiatan Midnight sale di toko (store) karena bisa disaksikan melaui 1 buah TV Plasma berukuran 42 inch dan 4 buah Monitor Flat berukuran 14 inch yang disiarkan secara langsung dari area panggung dan toko. Suasanyanya disetting sedemikian rupa sehingga seperti menyaksikan konser band di ruang keluarga / private room sambil duduk santai di sofa.
The Event
Acara dimulai tepat pada pukul 19.00 setelah sebelumnya Toko ditutup dulu sementara selama 2 jam untuk melakukan persiapan. Ketika masa persiapan tersebut tampak beberapa konsumen yang antusias telah memadati dan mengantri di pintu gerbang. Ada sekitar 50 orang lebih dengan sabar dan tertib mengantri menanti toko dibuka.

Acara dibuka dengan perkenalan dari duo MC Irvine dan Intan yang diikuti dengan penjelasan mengenai program-program yang ada pada ulang tahun Ouval Research baik yang berlangsung pada malam itu dan hari selanjutnya. Setelah sekitar 15 menit berjalan, konsumen pun bertambah banyak dan menyemut di pintu gerbang. Kemacetanpun tidak terelakan sehingga sebagian ruas jalan Buah Batu dipadati oleh calon pembeli yang sedang mengantri.

Akhirnya, acara yang ditunggu-tunggu akan segera dimulai. Pada pukul 19.25 MC Irvine dan Intan memberikan aba-aba untuk melakukan perhitungan mundur (count down) bersama-sama dengan konsumen, penonton dan tamu undangan yang hadir. Pada hitungan terakhir sebagai tanda Midnight Sale dimulai (sekaligus launching tampilan baru websirte Ouval Research), gerbang dibuka dan berbondong-bondong konsumen masuk merangsak kedalam toko yang telah dibekali dengan nomer antrian.













Agar nyaman dalam berbelanja maka konsumen yang diperbolehkan masuk dibatasi hanya untuk 20 orang pertama dulu dan selanjutnya konsumen yang masuk diatur berdasarkan jumlah konsumen yang keluar.

Di lokasi lainnya yaitu di Research Building Office, tamu undangan yang terdiri dari rekan-rekan artis, rekan-rekan distro/clothing dan rekan-rekan media (cetak dan elektronik) mulai berdatangan. Seolah tak ingin kalah dengan para konsumen yang mengantri untuk berbelanja, tamu undangan yang hadir pun mengantri untuk melakukan registrasi dan mendapat kenang-kenangan berupa goodie bag dari sponsor yang berpartisipasi. Setelah registrasi, setiap tamu undangan yang hadir menulusuri red carpet dan melakukan foto-foto di wall of fame dengan berbagai gaya dan aksi yang tak kalah hebohnya.










Di area panggung telah bersiap-siap para personel dari Band GOODBOYBADMINTON (GBB) yang menjadi opening act pada malam itu. Mereka terdiri dari Rahmat (vocal, guitar), Yuwan (synthetizer), Nanu (guitar, backing vocal), Husin (bass) dan Donny (drum). Band yang terbentuk pada September 2006 ini membawakan lagu-lagu yang bersemangat sekaligus memberikan motivasi bagi para konsumen yang mengantri.

Setelah Band GOODBOYBADMINTON (GBB) tampil, kini giliran Band THE MILO yang memeriahkan penampilan akustik. Berbeda dengan GOODBOYBADMINTON yang beraliran semangat, THE MILO yang beranggotakan Ajie Gergaji (vocal, guitar)), Upik (guitar), Suki (bass) Unyil (keyboard) dan Krucil (drum) mengusung aliran musik shoegaze atau dream pop yang membawakan lagu-lagu dengan kesan menghanyutkan dan mengusik daya khayal. Mereka seakan menghipnotis kepada para konsumen yang antri untuk tetap sabar menunggu giliran masuk ke toko.

Tepat pukul 21.30, giliran PURE SATURDAY naik ke atas pentas. Iyo (vokal) dan Ade (bass) naik lebih dulu dengan membawakan sebuah lagu pembuka dari album Utopia. Disusul kemudian pada lagu berikutnya setiap personel Arief (gitar), Adi (gitar) dan Udhi (drum) naik ke atas panggung. Antusias penontonpun sangat tinggi terhadap salah satu legenda band indie Bandung yang terbentuk pada tahun 1994. Para penonton meminta 1 lagu (tambahan) di akhir pementasan. Para personel yang sudah meninggalkan panggung pun kembali membawakan lagu yang diminta oleh para penonton. Akhirnya, sebuah lagu encore berjudul “Desire” dibawakan sebagai lagu penutup. Para penonton larut dan bernyanyi bersama mirip paduan suara yang dipimpin oleh Iyo hingga akhir lagu.

Ada kejadian menarik pada setiap jeda penampilan antar Band. Seolah sudah saling mengerti dan memahami antar fans. Setiap selesai penampilan Band maka fans sebelumnya akan mundur dengan teratur dan diikuti dengan fans band berikutnya mengambil alih area depan panggung dengan tertib. Tentunya mereka ingin lebih dekat lagi dengan Band kesayangannya untuk berinteraksi maupun nyanyi bersama.

Acara puncak musik akustik ditutup dengan penampilan MOCCA. Grup yang beranggotakan Arina (vocal, flute), Riko (guitar), Toma (bass), Indra (drum) membawa serta additional player Agung (keyboard) dan Tommy (trompet). Mocca membawakan 10 lagu berbahasa inggris dengan irama yang riang dan ceria. Penampilan malam itu menjadi pemanasan sebelum Mocca melakukan tur ke Thailand dan Korea.

Sebenarnya penampilan malam itu telah ditutup oleh Mocca. Namun Budi merasa “gatal” melihat area panggung yang sudah sepi tanpa ada aktifitas. Budi kembali meramaikan panggung hiburan dengan membawakan lagu-lagu easy listening. Budi merupakan salah seorang yang hadir pada malam itu sebagai tamu undangan. Berbekal gitar saja, Budi mampu mengembalikan kemeriahan di area panggung. Penonton yang sudah bubar kembali merapat ke panggung.

Malam masih terlalu dini untuk ditinggalkan........Padahal konsumen masih ada yang mengantri menunggu giliran masuk ke toko untuk berbelanja. Disisi lain, tampak beberapa para swingwing friend (fans Mocca) mengantri ingin melakukan meet and greet dengan para personel Mocca. Dengan sabar dan tertib, mereka menunggu giliran untuk berfoto di wall of fame. Begitupun dengan para tamu undangan yang masih tampak asyik melihat-lihat area exhibition sambil menikmati hidangan yang disediakan.

Sampai jumpa di Midnight Sale 2010..............













WE WANT MORE PROGRAM MOCCA SINGAPORE TOUR 2009


Akhirnya moment yang ditungu-tunggu pun tiba! Setelah pada tanggal 20 Februari 2009 lalu bertempat di Cafe Halaman Bandung telah dilaksanakan pengundian secara random (acak) berdasarkan SMS valid yang dikirim ke 7475. Sekaligus, pengumuman bagi 2 (dua) orang pemenang yang berhak mendapatkan hadiah utama dalam rangka Program Promosi Ouval Research “We Want More Program – Mocca Singapore Tour 2009”.

Dua orang yang beruntung dan terpilih ini, yaitu Muhammad Ruh Tauhid (konsumen yang berasal dari Jakarta dan Windy Eka Pramudya (konsumen yang berasal dari Bandung) beruntung banget bisa jalan-jalan ke Singapura gratisan dan menonton Mocca yang tampil di Mosaic Music Festival 2009.

13 Maret 2009

Para pemenang dikumpulkan untuk mengikuti program karantina di Bandung. Kedua pemenang dihujani berbagai macam hadiah sebagai tambahan dari hadiah utama. Paling seru adalah voucher senilai Rp 1 juta untuk berbelanja produk di Ouval Research Exhibition Room Buah Batu.

Tak kalah serunya, Merchandise dari Mocca berupa T-shirt Limited edition designed by Ouval Research, Goodie Bag menarik dari majalah Seventeen Indonesia dan hadiah berlangganan majalah selama 6 bulan dari Majalah Rolling Stone Indonesia menambah variasi hadiah yang didapat oleh para pemenang.

Belum cukup sampai disitu setelah melakukan ”pemanasan berbelanja” dan mendapat surprise gift, kedua pemenang juga menikmati makan siang di warung bawal Redsdipo JL. Dipatiukur No.1 Bandung dan makan malam di Cafe Halaman Jln. Taman Sari No.92 Bandung. Akhir dari kegiatan program karantina ini para pemenang menginap di Summer Hill Hotel Jln. Setrasari Bandung.

14 Maret 2009

Nah, akhirnya pada Sabtu (14/3), pada pukul 09.00 pagi para pemenang dikumpulkan di Research Building JL. Buah Batu No. 64 Bandung.Tepat pukul 15.20, para pemenang berangkat ke Singapura dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Sampai di Singapura pukul 17.20, pemenang langsung meluncur ke tempat penginapan -sebuah apartement Kimsia Court di Jintan Street Singapura.

15 Maret 2009

Agenda jalan-jalan pun dimulai. Sebelum menyaksikan Mocca manggung di Outdoor Theatre Esplanade, tim Ouval Research mengajak para pemenang jalan-jalan di Orchard Road yang tersohor itu. Setelah cuci mata, rasanya seger banget ketika nemuin tukang jual es krim pinggir jalan. Es krim yang rasanya enak banget itu, harganya cuma 1 dollar Singapura, kira-kira Rp 8.000. Sayangnya, acara jalan-jalan terpaksa berhenti karena hujan deras yang tiba-tiba mengguyur.


Namun, hujan tidak menghentikan niat tim Ouval Research dan pemenang untuk berangkat ke Esplanade Theatre Bay nonton Mocca. Hari itu, Mocca naik pentas sebanyak dua kali. Penampilan pertama dimulai pukul 19.00 dan penampilan kedua pada pukul 22.40 waktu Singapura. Bangga juga lihat grup band negeri sendiri mendapat sambutan meriah dari penonton asing.

16 Maret 2009

Venue Mocca kali ini berbeda dan dengan set aransemen musik yang berbeda pula. Mereka main di Hagen Dazs Living Room-Concourse Esplanade, dengan tampilan akustik. Suasana venue pun dibuat seintim dan seakrab mungkin dengan ratusan penonton yang sore itu sengaja hadir hanya untuk melihat Arina, Riko, Toma, dan Indra unjuk kebolehan.Puas nonton Mocca sampai tiga kali selama dua hari berturut-turut tak membuat tim Ouval Research dan para pemenang kecapekan. Agenda belanja dan beli oleh-oleh tetap dilakoni. Jalan-jalan dari mall ke mall menjadi jadwal tetap tim Ouval Research dan pemenang, setelah itu untuk mencari oleh-oleh dengan harga miring, dipilih lah pusat perbelanjaan Mustafa Centre di daerah Little India. Di tempat ini, segala jenis barang tersedia. Tapi yang bikin kalap dan ingin dibeli adalah panganan coklat yang terdiri dari berbagai jenis dan merek.

Selama di Singapura, transportasi yang paling sering dipakai tim Ouval Research dan pemenang untuk menjelajah negeri singa adalah Mass Rapid Transit (MRT) alias kereta bawah tanah yang super cepat dan bus kota. Negara ini emang top deh kalau soal transportasi umum. Semuanya dibuat nyaman, aman, bersih, dan cepat.

17 Maret 2009

Saatnya pulang ke tanah air. Tapi sebelumnya tim Ouval Research, para pemenang dan rombongan Mocca sempat jalan bareng ke Sim Lim Square dan Bugis Junction. Untuk menunggu keberangkatan pesawat menuju Jakarta yang masih cukup lama, akhirnya tim Ouval Research dan pemenang jalan-jalan dulu di Changi Airport. Sekali pun hanya bandara, tapi bandara ini dibuat seperti mall. Jadi, yang masih ada niat untuk belanja bisa dilanjutkan.

Akhirnya sampai juga di tanah air pada Selasa malam. Tim Ouval Research dan Windy langsung balik ke Bandung, sedangkan Tauhid sudah dijemput oleh keluarganya.

OUVAL RESEARCH AMBIENCE ROOM YOGYAKARTA

In the beginning of year 2009 – exactly at March 9th 2009 ago, Yogyakarta is chosen as the third city for Ambience Room store launching after Jakarta (September 26th 2006) and Padang (July 9th 2008).

Yogyakarta city was elected for the reason that Yogyakarta is one of city in Indonesia which has a large number of youthful generations. As the time goes by, it made Yogyakarta youthful grow to be a dynamic, creative and innovative. However, they still live on local culture which has a special characteristic and uniquely from that city. Beside that, Yogyakarta is represents for the name such as a student city, culture city and tourism city.

Ouval Research through Encyclo Technology Division (Ouval Research internal Research and Development division) completes a research and observation to Yogyakarta city for lifestyle and street culture. As a final point, Ouval Research provides Ambience Room to accommodate and support street life style of Yogyakarta youthful.

Ambience room is an exhibition space with 18 sqm area provides product collection by Ouval Research. Every product will carry originals product exclusively including apparel, footwear and accessories.

The store concept has designed and developed by Encyclo Graphix Division will give a unique atmosphere and special characteristic of Ouval Research. Philosophy of Ambience Room as Ouval Research Exhibition Room miniature will inspire the customer to shop and see the art work graphic at wall and floor, all at once. Ambience room is locate in store Seven Souls de Arcade Jalan Cendrawasih Komplek Colombo No. 4 Yogyakarta – Indonesia

The Facts
Ouval Research - Ambience Room Yogyakarta
@ Seven Souls de Arcade
Jalan Cendrawasih Komplek Colombo No. 4
Yogyakarta – Indonesia
Telephone: +62 274 583789
Opening hours: Mon – Sun 10.00 – 22.00

OUVAL RSCH ROAD TO YOGYAKARTA 09













Day 1


Berangkat dari Kantor jam 6 pagi menuju Jakarta. Sampai di Bandara Soekarno Hatta jam 9an alias kepagian hehehehe, jadi harus menunggu sekitar 2 jam setengah karena naik yg flight jam 11.30. Diisi dengan kegiatan merokok dan makan. Jam 11.30 akhirnya pesawat yang kita tumpangi take off. Perjalanan ke jogja ditempuh +/- 45 menit, tak sebanding dengan waktu menunggu 2 jam setengah untuk naik pesawatnya. Akhirnya kita pun sampai di Jogja,photo-photro dulu sebentar di bandara. Setelah menunggu 30 menit kita pun di jemput oleh Mas Muslim. Dari bandara kita langsung menuju komplek colombo, melihat lokasi OUVAL RESEARCH AMBIENCE ROOM yang hampir rampung. Diteruskan dengan makan siang di Waroeng Steak yang tepat berada di seberang toko kita, setelah itu langsung check in di hotel untuk istirahat dan mandi. karena kota jogjakarta cukup panas hari itu, buat badan jadi lengket J. malam hari kita keluar cari makan ditemani kawan lama, sambil nostalgia dan coba cari keramaian di kota jogja.

Day 2

Hari ini jadwal kita padat sekali, ada 3 tempat yang harus dikunjungi. ke tujuan pertama, kita pilih taksi sebagai transportasi karena kita buta peta kota Jogja. Hasilnya, ternyata tempat tujuan kita nga jauh dari hotel. Jadi percuma pake taksi, cuma makan waktu 15 menit.Setelah dari tujuan pertama kita photo-photo dulu di depan kampus UGM, sambil mencari informasi menuju tempat kedua. Kali ini, kita pilih Becak untuk menuju ke tempat kedua. sekalian sambil cari angin segar dan cuci mata.Karena sudah masuk jam makan siang, kita putuskan untuk cari tempat makan terlebih dahulu. Sesuai dengan rekomendasi mas becaknya kita makan di Gudeg Mbarek Bu Hj. Amad. setelah selesai makan, kita lanjutkan perjalanan ke tempat kedua. jaraknya cukup jauh jadi sempet buat kita jadi bosan. Sesampainya disana kita sempet adu mulut dengan mas becaknya, karena adanya penambahan tarif untuk perjalanan ke tempat makan.Padahal dari awal mereka udah sepakat dengan harga awal yg ditawarkan. Dari tempat kedua kita kembali ke hotel untuk istirahat karena masih ada waktu kosong sebelum ke tempat ketiga. Perjalanan ke tempat ketiga cukup jauh juga, karena itu terletak di daerah sleman. Sebelum sampe kesana kita di ajak makan Kepiting asem manis oleh Mas Muslim, porsinya jumbo sekali. satu porsi berisi 2 kepiting yang cukup besar, tapi enak juga Highly Recommended lah. Setelah dari tempat ketiga kita memutuskan untuk makan duren di depan kantor TVRI, walaupun perut penuh oleh kepiting tapi godaan duren tak tertahankan. setelah perut kita diisi oleh duren, kita putuskan untuk mencoba minum kopi jos ( kopi hitam pake arang hitam panas lansung dari perapian ) di pinggiran stasiun tugu. lalu kita putuskan untuk pulang ke hotel karena perut kita telah Overload dan mata pun sudah mengantuk sekali.












Day 3


Hari ini kita bangun pagi-pagi untuk mencari oleh-oleh khas jogja. sebelum pulang ke bandung. kita putuskan untuk memakai becak, biar lebih santai dan nyaman. setelah negoisasi dengan mas becaknya tentang tempat yang akan dituju dan ongkosnya kita pun meluncur mengelilingi kota. Di tengah perjalanan mas becaknya sering sekali mengubah rute tujuan yg telah disepakati, jadi kita sering naik-turun becak ke tempat yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Lagi-lagi dikerjain mas becak :( Setelah selesai mencari oleh-oleh khas jogja, kita diajak makan siang oleh mas muslim di warung baso Bethesda. dan ternyata di warung baso ini disediakn nasi putih untuk menemani makan baksonya. cukup menarik juga, makan nasi plus bakso jadinya. beres makan, kita pergi menuju bandara adi sucipto untuk mengejar pesawat jam 4.30 sore. sesampainya di jakarta kita sudah dijemput oleh orang kantor. lalu dilanjutkan dengan perjalan ke bandung yang cukup panjang, karena macet...

WE WANT MORE SHOW PART 1. (LAUNCH)

Ouval Research bekerjasama dengan Swinging Stars menyelenggarakan program promosi terbaru di awal tahun 2009 bernama We Want MORE Program - Mocca Singapore tour 2009. Program ini memberikan kesempatan kepada 2 (dua) orang konsumen Ouval Research yang beruntung berangkat ke Singapura untuk menonton konser Mocca, mendapatkan kesempatan berjalan-jalan dan menginap di hotel selama 3 hari 2 malam.

Dalam rangka sosialisasi program promosi tersebut, kami menggelar acara pre party yang bernama We Want MORE Show Part 1. ( Launch ) pada hari Jumat 30 Januari 2009 di Café Walk Plaza Semanggi Jakarta. Acara ini digelar sebagai pre party sebelum Mocca menggelar konser di Singapura di acara MOSAIC MUSIC FESTIVAL pada tanggal 15-17 Maret 2009. Adapun aktifitas dalam pre event ini adalah live music performance by Mocca dan opening act by {Tantrum} serta Games dari sponsor yang di pandu oleh MC Omesh Extravaganza.

20.00 WIB
Acara dibuka oleh MC Ronald Extravaganza, karena Omesh belum datang ke lokasi karena terjebak macet. Ronald menjelaskan mengenai program We Want More ini kepada pengunjung Café walk Semanggi yang dari tadi sudah sabar menunggu dimulainya acara, disertai games-games menarik.

Pada program We Want More ini, konsumen yang berbelanja produk ouval research dan gummo footwear minimal Rp. 100.000,- dan kelipatannya akan mendapatkan pin untuk mengikuti undian berangkat ke Singapore menonton Mocca dan jalan-jalan selama 3 hari 2 malam.

20.20 WIB
Setelah menggelar games yang cukup menarik perhatian pengunjung yang hadir malam itu, MC Ronald memperkenalkan {tantrum} untuk bersiap-siap tampil. {tantrum} adalah Band Jazz/Pop experimental asal Jakarta yang terdiri dari : Agusiana Permana (piano & guitar), Joshua Berryman (bass) ,Moch. Taufiq (vocal & synths). Kali ini mereka dibantu oleh Beni The Upstairs pada posisi drum. {tantrum} memainkan 6 lagu mereka plus 1 lagu mereka meng cover lagu dari The Rolling Stone. Penampilan mereka sangat aktraktif dan mendapat respon yang positif dari penonton.

21.10 WIB
Setelah penampilan {tantrum}, MC Omesh masuk mengantikan tugas MC Ronald untuk memandu acara. Kali ini hadiah yang dibagikan adalah 4 buah HP CDMA dari sponsor kita Telkom Flexi. MC Omesh berhasil mengocok perut penonton, dengan guyonan dan ngerjain penonton yang hadir untuk mendapatkan hadiah dari sponsor.

21.40 WIB
Akhirnya, bintang utama malam itu MOCCA bersiap-siap untuk tampil. Satu persatu mereka naik panggung Arina, Riko, Toma dan Indra dibantu oleh Tomi pada Trompet dan Agung pada keyboard. Penonton yang hadir mulai merapat ke bibir panggung dan ikut bernyanyi dengan MOCCA. Total 10 lagu mereka bawakan, ditambah encore 1 lagu. Arina mengajak penonton satu persatu untuk ikut menari di lagu Swing It Bob.

22.30 WIB
Acara We Want MORE Show Part 1. ( Launch ) ditutup oleh MC Omesh diiringi tepuk tangan yang meriah dari penonton yang hadir malam itu.

Terima kasih kepada Telkom Flexi, Café Walk Semanggi, Café Halaman, Redsdipo dan Summerhill Residence yang sudah menjadi sponsor dari acara We Want More Show Part 1. (Launch) ini.

For more infos about this program:
PR & Promotion CVS INDUSTRIES
Tel /fax : +62 22 730 6697 / +62 22 731 1092
Email : info@ouvalresearch.com



Mocca will be playing in Singapore at MOSAIC MUSIC FESTIVAL on March 15th-17th 2009. You have the opportunity to compete to win a trip for 2 (two) person to fly to Singapore and see Mocca in concert. Also, get a chance for have fun with all personnel of Mocca at Singapore and sleep at hotel room for 3 days and 2 nights.

Its easy! All you have to do are buying a product minimal purchase 100.000 IDR and send a message to 7475. Click http://www.ouvalresearch.com/wwmp for the details program. Good Luck!

The program will end at February 12th 2009. 2 winners will be chosen at random for the flights, ticket concert and hotel accommodations! The winner will be notified soon after

SWA: 50 Creative Entrepreneurs

50 Creative Entrepreneurs pilihan majalah SWA No.25/XXIV/24 Nov - 3 Des 2008.

( Sumber: Majalah SWA No.25/XXIV/24 November - 3 Desember 2008 )

"Mereka bukan sekadar pengusaha. Dengan kreativitas, mereka mampu memberikan sentuhan yang unik, berbeda dan menarik pada produk dan jasa yang mereka tawarkan. Berbekal kreativitas pula, 50 creative entrepreneur ini mampu berkibar di mancanegara."

Dengan Kreativitas, Mereka Merangkul Pasar
Oleh : Henni T. Soelaeman

Creativity is more powerful than knowledge, for knowledge is limited while creativity embraces the entire world.” (Anonim)

Setahun terakhir ini, batik hadir di mana-mana: di kafe, bioskop, tempat wisata, pusat perbelanjaan, kantor. Pemakainya bukan bapak-bapak atau ibu-ibu paruh baya. Namun, para profesional, anak gaul, anak baru gede, sampai anak-anak ingusan. Corak dan desainnya pun berkesan kasual, modis dan trendi. Tak ayal, batik yang sempat dianggap busana jadul yang berkesan formal dan dihindari anak-anak muda, sekarang justru menjadi busana yang populer.

Adalah Allure yang boleh dibilang sebagai salah satu pemberi suasana baru dalam khasanah perbatikan di Tanah Air. Dengan sentuhan warna-warna cerah, Fadia Yusuf dan teman-temannya di Allure menghadirkan batik dalam rancangan bergaya muda, modis, modern, trendi, dan bisa dipakai dalam berbagai kesempatan -- tak cuma busana wajib kondangan. Dengan style yang modern, Allure menjadikan batik sebagai busana fleksibel yang bisa diadaptasi dengan berbagai gaya busana, mulai dari rancangan kasual hingga gaun cocktail yang elegan.

Keberanian Allure menjadikan batik modern tanpa dibatasi pakem ini berangkat dari sebuah kreativitas. Fadia dan tim desainer Allure dengan kreativitasnya mampu mengubah citra batik yang kuno menjadi trendi. Kreativitas ini menjadikan produk Allure direspons pasar dengan antusias. Butik pertama yang dibuka pada 2005 kini sudah beranak-pinak. Dan, terpenting, keberhasilan Allure kemudian menginspirasi banyak pengusaha lainnya untuk ikut mencicipi pasar batik yang tengah boom.

Bicara kreativitas, benak orang akan mengingat seniman atau para pekerja di dunia seni. Padahal, sejatinya kreativitas mencakup hal-hal yang lebih luas. Kreativitas juga diperlukan dalam dunia usaha. Di tengah persaingan bisnis di dunia usaha, kreativitas menjadi kunci utama bagi seorang pebisnis untuk menggelindingkan usahanya. Seperti Allure. Sebelumnya, batik boleh dibilang hanya akrab dengan kalangan orang-orang tua dan dipakai pada acara resmi. Allure yang kemudian berhasil membangkitkan popularitas batik menjadi busana yang trendi dan bisa dipakai kapan saja. Artinya, Allure membesut produk dengan kreativitas tinggi sehingga batik yang semula jadul menjadi busana yang sekarang menjadi tren.

Kreativitas membuahkan kesempatan dan peluang. Orang bijak mengatakan, di mana ada kemauan dan kreativitas, di situ ada jalan. Para pebisnis yang kreatif akan mampu mengendus setiap peluang yang terbentang di depan mata. Bidang usahanya bisa apa saja. Simak deretan 50 pengusaha kreatif pilihan SWA yang sangat beragam bidang usahanya. Mulai dari salon kecantikan, fotografi, desain interior, desain grafis, perancang, kerajinan, teknologi informasi hingga restoran. Tak harus bidang yang berhubungan dengan industri kreatif. “Bisnis apa pun itu adalah bisnis kreativitas,” ujar Yoris Sebastian, Chief Creative Officer OMG Consulting. Kreativitas di sini adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan ada keberanian melawan konvensi atau kesepakatan yang ada. Dalam dunia lukis, misalnya, Picasso mampu memosisikan diri sebagai pelukis maestro karena berani melukiskan mata di paha dan membuat jari tangan berjumlah 6.

Di dunia usaha pun, para pebisnis yang kreatif dengan ide-ide segarnya mampu keluar dari pola yang baku. Sebut saja unkl347. Clothing company dari Bandung ini, seperti dituturkan Dendy Darman, salah satu pendiri sekaligus pemilik, dalam berkreasi, mereka selalu ingin keluar dari pattern yang ada. Misalnya, bentuk piring didesain tidak selalu kotak atau bulat, tapi bisa saja berbentuk segi enam. Atau, desain kursi yang bisa menyerupai piano lengkap dengan warna tutsnya. Atau, bantal buat leyeh-leyeh yang berbentuk mirip speaker. “Pengusaha itu harus kreatif dan inovatif. Kalau tidak, mana bisa tahan? Wong kita hidup saja harus kreatif kalau mau bisa tetap hidup dan meraih impian,” ungkap Dendy.

Dengan kreativitas itulah, unkl347 tetap bisa eksis di tengah gempuran 700 pemain yang mengepung bisnis clothing. Bahkan, tak hanya berkibar di kandang sendiri dengan penetrasi pasar di 150 distro di seluruh Indonesia, pelanggannya datang dari Australia, Inggris, Spanyol dan Jepang. unkl347 juga sudah mengepakkan sayap di mancanegara dengan membuka toko di Singapura dan Malaysia. Dan, melalui distribution centre, produk mereka bisa dijumpai di Jerman dan negara-negara di Eropa Barat lainnya.

Pengusaha yang kreatif tak sedikit pula yang memulai usahanya dengan modal terbatas. Menyebut lagi unkl347, mereka memulai usaha clothing pada 1995 dengan modal Rp 200 ribu. Saat ini, omsetnya mencapai Rp 700 juta-1 miliar/bulan.

Proses kreativitas tak mengenal batas-batas subjektif-objektif. Sejumlah ilmuwan, seperti Brouwer, Einstein dan Heisenberg sepakat mengatakan, kreativitas adalah sesuatu yang irasional, intuitif, melibatkan insting dan terjadi di bawah sadar. Kreativitas adalah sesuatu yang alami dan sejatinya bisa dipelajari. Ini yang penting dan menjawab pertanyaan: bagaimana seseorang bisa begitu kreatif sementara yang lain tidak?

Dalam Art, Mathematics and Music, Moiseiwitsch mengungkapkan adanya skala pythagoras yang ditemukan dalam musik gubahan Johann Sebastian Bach dan Chopin. Karena itu, para ahli menganjurkan agar memperdengarkan alunan musik ini pada anak balita untuk merangsang kecerdasan dan kreativitasnya.

Menurut para ahli, seseorang yang kreatif selalu melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda, baru, dan biasanya menyimpang dari cara-cara tradisional. Orang yang kreatif umumnya mengetahui permasalahan dengan sangat baik dan disiplin. Proses kreativitas melibatkan adanya ide-ide yang baru, berguna, dan tidak terduga, tapi tetap dapat diimplementasikan. Bagaimana pengusaha yang kreatif?

Memadukan kecerdasan dan kreativitas, tiga sekawan -- Nancy Margried, Yun Hariadi dan Muhamad Lukman -- menelurkan batik fractal. Kreativitas trio ini membuat rumus khusus dalam ilmu matematika mampu dimanfaatkan untuk menghasilkan pola atau corak batik melalui software yang diberi nama Jbatik. “Software itu memudahkan kami menghasilkan berbagai macam alternatif desain batik terbaru,” ujar Muhamad Lukman, alumni teknik arsitektur Institut Teknologi Bandung.

Dengan kreativitas, mereka menggabungkan sains, teknologi dan seni sehingga menghasilkan batik fractal yang kemudian memiliki nilai jual yang menggiurkan. Bagaimana tidak, selain mampu mencengangkan dunia bisnis, terutama bisnis perbatikan di Tanah Air, Jbatik ini juga belum lama ini memenangi Unesco 2008 Award of Excellence sebagai Stamp of Approval yang menjamin produk mereka memiliki kualitas tertinggi pada level internasional. Pengakuan ini berpotensi besar untuk mereka bisa memasuki pasar dunia. Batik fractal mampu mengalahkan puluhan kerajinan unggulan yang berasal dari 10 negara di Asia Tenggara.

Memadukan teknologi dan kreativitas juga dilakukan Morina Chandra yang membesut dr. m., channel alternatif untuk mendistribusikan musik. Ketimbang nggerundel berkepanjangan dan tak ada penyelesaian ihwal pembajakan di industri musik yang sudah sangat menjengkelkan, kreativitas Morin menemukan satu celah untuk membuat full track download yang berkunci. Lewat dr. m., ia berharap channel digital bisa tumbuh menjadi industri baru.

Kreativitas pula yang mengantarkan Wiryadi Lorens mampu menjadikan Oktagon sebagai referensi bagi para pencinta fotografi. Saat ini Oktagon tercatat sebagai satu-satunya toko fotografi yang memiliki layanan lengkap dengan konsep total solution. Sekitar lima tahun bergelut di bisnis distributor peralatan fotografi, Wiryadi menilai usaha yang dirintis orang tuanya akan berjalan di tempat, bahkan bisa down tergilas zaman kalau tidak dilakukan perubahan. Ketika itu, toko fotografi sebatas toko konvensional yang hanya menjual peralatan fotografi. “Saya melihat peluang,” ucap kelahiran tahun 1977 ini mengenang. Lulusan Jurusan Keuangan Universitas Michigan, AS, ini kemudian membangun lima unit bisnis: penjualan, jasa perbaikan, rental, sekolah fotografi dan galeri. Segmen yang dibidik Wiryadi cukup luas, dari konsumen umum sampai fotografer profesional.

Ketika itu, diakuinya, bukan hal mudah mengembangkan pasar. Toh, ia punya cara-cara jitu untuk merangkul pasar. Ia gencar menggelar seminar dan gathering. Kendati perlahan, bisnisnya berkembang. “So far, growth-nya bagus,” ungkapnya.

Meski bisa dipelajari, diakui Jerry Aurum, cukup sulit menjadi seorang pengusaha yang kreatif dan mampu menciptakan sesuatu yang unik dan baru. Diakuinya, selama sekitar 8 tahun menggeluti bisnis fotografi dan desain grafis, ia melihat para pengusaha sering malas menciptakan sesuatu yang baru. Kecenderungan yang terjadi adalah menyadur atau mengadaptasi dari sesuatu yang sudah ada. “Saya juga menyadari, bagaimanapun menciptakan inovasi itu memang sesuatu yang sulit. Tetapi, jika kita mampu menciptakan sesuatu yang baru dan unik, akan memberikan positioning tersendiri,” papar Jerry yang membesut Jerry Aurum Photography dan Jerry Aurum Design Company.

Di mata Jerry, gagasan dan inspirasi akan selalu datang secara otomatis selama kita mencintai pekerjaan yang kita geluti. Selain dari sisi produk, dari segi pemasaran jasanya, ia juga tak kalah kreatif. Meski dengan margin tipis, ia memasarkan buku-buku fotografinya hingga ke mancanegara. Bagi Jerry, pemasaran buku di luar negeri merupakan salah satu sarana promosi yang cukup efektif. “Ini juga merupakan bagian dari strategi pemasaran yang kreatif.”

Menurutnya, proses kreatif tidak melulu pada produk. Ada juga berbagai aspek pemasaran yang penting untuk diterapkan agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Ia menilai, ada beberapa aspek pemasaran yang penting tetapi acapkali kurang dipedulikan oleh produsen barang atau jasa, yaitu strategi pemasaran kreatif, pengembangan merek produk atau jasa, dan diversifikasi produk. “Mereka biasanya cenderung lebih fokus pada usaha menghasilkan produk yang berkualitas,” katanya.

Salah satu strategi pemasaran kreatif yang dilakukan Jerry adalah melalui Internet. Lulusan Desain Grafis ITB ini menggunakan Facebook untuk sarana pemasaran. “Gratis dan efektif, berpotensi dibaca oleh ribuan orang setiap hari,” ujarnya. Jerry menampilkan beberapa foto hasil karyanya dalam Facebook.

Salah satu yang membedakan pengusaha biasa dari pengusaha yang kreatif memang bisa dilihat dari diversifikasi produknya. Sebut saja kebaya. Boleh jadi hampir semua perancang busana bisa mendesain kebaya. Akan tetapi, di tangan Amy Indar Atmanto, kebaya menjadi busana yang mewah dan elegan. Lewat Royal Sulam, Amy memberikan sentuhan modern pada desain-desain kebayanya tanpa meninggalkan kesan charming. Jangan heran, kebayanya banyak disukai kalangan selebriti dan sosialita.

Begitu juga Irwan Rovani Doke. Salon yang dibesutnya puluhan tahun silam tak sekadar salon seperti umumnya. Dari sisi interior saja, Irwan Team Hair Design ini terlihat berbeda. “Saya sengaja membuat berbeda dari yang lain, selalu up-to-date, setiap tahun saya berupaya mengikuti tren interior yang berkembang,” kata Irwan yang memilih konsep modern dinamis.

Dalam pandangan Yudhi Soerjoatmodjo, pengusaha yang kreatif tetap bisa memanfaatkan setiap peluang dalam segala keterbatasan yang dihadapi. “Seorang pengusaha distro tetap dapat membuka distro meskipun lokasi yang ia temukan hanya sebuah rumah kosong yang tidak besar,” ceritanya. Di mata Manajer Learning & Creativity British Council ini, seorang pengusaha dapat menjadi kreatif jika memiliki pemahaman yang baik tentang pasar. “Dengan pemahaman pasar yang baik,” katanya, “seorang pengusaha akan mampu menciptakan produk yang inovatif dan diminati konsumen.”

Sejatinya, modal utama seorang pebisnis tak semata uang atau koneksi, tetapi juga kreativitas, keuletan, serta semangat pantang menyerah. Modal uang bisa dicari dengan meminjam ke bank. Namun, kreativitas tak ternilai. Dengan kreativitas dan passion, para pebisnis bisa menghadapi persaingan dan menjadikan bisnisnya lain dari yang lain meski produk atau jasa yang ditawarkan bukan sesuatu yang baru.

Inilah 50 creative entrepreneur pilihan SWA. Mereka menggeluti bidang usaha yang tidak sepenuhnya baru. Namun, dengan balutan kreativitas, produk yang dihasilkan memiliki kemasan yang lebih menarik. Produk mereka menjadi tidak biasa. Karena itu, mereka mampu menerobos pasar mancanegara, dan bisnis mereka pun terus berkembang.

Reportase: Herning Banirestu, Tutut Handayani, S. Ruslina, Wini Angraeni, Moh. Husni Mubarak, Rias Andriati, Afiff M.D., dan Kristiana Anissa
Riset: Ratu Nurul Hanifah dan Rohmat Purnadi

Kriteria Pemilihan 50 Creative Entrepreneur
Produk/jasa dan cara pemasaran: unik dan kreatif, Bidang usaha: bisa apa saja, bisa lama atau baru asal unik dan kreatif dan adanilai tambah baru, Kinerja: mampu menerobos pasar dan bisnisnya terus berkembang, Skala bisnis: lebih dari Rp 2,5 miliar sampai Rp 250 miliar.

50 Creative Entrepreneurs Pilihan SWA (disusun secara alfabetis)

  1. Ahmad Dhani Prasetyo - Republik Cinta Artist Management
  2. Anastassia Florine Limasnax - E-motion
  3. Anne Avantie - Modifikasi Kebaya dengan Kreatitas Tanpa Batas
  4. Arief Maskom - Ouval Research (clothing company)
  5. Bram Hendrata, Christian Rijanto dan Brian Sutanto - Grup Ismaya (juragan resto modern)
  6. Cahyoko Bahar - Jedok Stonework (keramik mozaik unik)
  7. Dendy Darman, Arifin Windarman, Anli Rizandi & Lucky Widiantara - unkl347 (clothing company)
  8. Engelbertus Emil Eriyanto - MKE Wedding Organizer
  9. Dhamoo & Manoj Punjabi - MD Entertaiment
  10. Fabian Gelael - Music Factory Indonesia
  11. Fadia Yusuf - Batik Allure
  12. Fadil Fuad Basymeleh - PT Zahir Internasional (aplikasi akuntansi)
  13. Fifi Fimandjaja - Vivianne Faye (pionir desain interior hunian bergaya Amerika)
  14. Helen & Oke - Stroberi
  15. Henky Herendra - Pecel Solo
  16. Mardiana Ika - Fashion Global dengan Gaya Etnik Indonesia
  17. Indra Leonardi - King Foto
  18. Irwan Rovani Doke - Desain interior dan manajemen salon
  19. Iwansja Gunawan - Veneta System
  20. Yenny Widjaja - The White Lotus Corp
  21. Jerry Aurum - Jerry Aurum Photography & Jerry Aurum Design Company
  22. John Halim - Camus Toraja Café
  23. Joseph Edi Lumban Gaol - M-Stars (konten mobile)
  24. Julius Salaka - Stephallen Guitars (guitar custom)
  25. Kendro Hendro - InTouch (aplikasi ponsel)
  26. Lim Fifi Anggreani - Mom & Jo Spa
  27. M. Arief Budiman - Petakumpet (perusahaan periklanan)
  28. Nancy Margried, Yun Hariadi & Muhamad Lukman - Pixel People Project
  29. Maywati Halim - Melati Dental Choice
  30. Michael Wiluan - Infinite Frameworks (animator)
  31. Morina Chandra - dr.m (berbisnis full track download)
  32. Nancy Go - Bagteria
  33. Nely N. Afifi & Eti Sundari - Kerudung Taaj
  34. Ni Luh Putu Ary Pertami - Nilou (sepatu wanita eksklusif)
  35. Rachman Ibrahim - Dataworks Indonesia (aplikasi untuk industri kreatif)
  36. Riani Susanto - Healthy Choice (pelopor resto makanan organik)
  37. Ronny Lukito - Eiger, Exsport, Body Pack & Neosack
  38. Rudi Soejarwo - Sutradara
  39. Rudi S. Alexandre - Jakarta Photography Centre
  40. Sakti Parantean - Fictionary Media Technology
  41. Shalini Gopalan Menon - Island Jewel
  42. Singgih Susilo Kartono - Radio Magno
  43. Stefanus Priyo Oktafiano - desainer
  44. Suharjo Wijaya & Linda Kasno - Tehe Vegetarian Restaurant
  45. Tina S. Andrean - Johny Andrean Bridal
  46. Virgo Lazzarus Pehulisa & Syarifuddin - PT Barelang Konsultindo Mandiri (aplikasi e-Gov)
  47. Wahyu Aditya - Hello;Motion (animator)
  48. Wiryadi Lorens - Oktagon (bisnis multilayanan fotografi)
  49. Yuni Jie - Jie Design (desainer interior)
  50. Zainal Arifin - Zainal Songket

Sumber: Majalah SWA No.25/XXIV/24 November - 3 Desember 2008.

CVS End Of League 2008
























CV. Sailan Industries (CVS) is an umbrella brand which runs the pioneer in the creative business in the clothing industry called Ouval Research (established 1997) and Gummo Footwear (established 2002).

By the end of year 2008, CVS Industries proudly present a promotional program named “CVS End of League 2008”. This program is a show appreciation to all of our consumers which have loyalty purchased of Ouval Research’s products, as well as Gummo footwear’s. CVS End of League is a once a year event and has been annually held since 2005.

The Special Promotion Programs are:

1.END OF LEAGUE SALE
Discount up to 50% off for Ouval Research and Gummo products (all item).
(Terms and conditions apply for all privileges and promotions)

2.CUSTOMER REWARD PROGRAM
Giveaways for customers from sponsors with minimum purchase 200.000 IDR (Only available while stock last).




3.QUIZ ON THE RADIO

Radio quizzes with many attractive prizes from Ouval Research and Gummo Footwear.

“CVS END OF LEAGUE” Program will be held simultaneously in three cities (Bandung, Jakarta and Padang), starting December 13th 2008, only on:

Ouval Research Exhibition Room
Jl. Buah Batu 64 Bandung
Jl. Sultan Agung 13 Bandung

Ouval Research Ambience Room
Jl. Tebet Utara Dalam 26 Jakarta
Jl. Belakang Olo 34 Padang

Gummo Shop
Jl Sulanjana 15 Bandung
Jl. Tebet Utara Dalam 26 Jakarta

Show that you’re Part of Our Roots!

Newer Posts Older Posts Home

Google Mini Search

OuvalResearch on Facebook

Ouval Research on Facebook

AsianBrain

Blogger Template by Blogcrowds